windows Vista is next generation of XP and later generation of Windows 8.Operation system basic graphic by Microsoft Windows that used for PC,can use for home PC or Office PC,notebook or media center.
Windows Vista series:
Windows Vista Starter
Mirip seperti Windows XP Starter Edition,edisi ini masih berteknologi 32-bit, edisi ini dibatasi untuk area lokal, terutama sebagai alternatif legal ketimbang penggunaan kopi bajakan.
Pengguna edisi ini akan sangat dibatasi pemakaiannya, misalnya hanya bisa untuk memakai tiga program sekaligus dalam satu waktu, pembatasan koneksi jaringan, dan physical memory dibatasi hanya hingga 256MB.
Windows Vista Home Basic
Seperti Windows XP Home Edition,dengan teknologi 64-bit, fiturnya juga bertambah banyak.
Tetapi tidak sebanyak edisi yang lain, Home Basic ditujukan bagi pengguna rumahan yang tidak memerlukan fasilitas lebih tinggi.
Tema “Aero Glass” dengan efek transparan juga tidak akan termasuk dalam Edisi ini.
Home Basic hanya mendukung hingga 8GB physical memory.
Windows Vista Home Premium
Didasari Windows Vista Home Basic, edisi ini memiliki tambahan dukungan fitur-fitur lebih tinggi yang ditujukan untuk segmen pengguna rumahan, seperti dukungan HDTV dan pembuatan menu DVD.
Tambahan lainnya adalah games yang lebih banyak, dukungan untuk komputer tablet dan mobile, sistem enkripsi file, serta aplikasi manajemen foto.
Edisi ini mirip dengan Windows XP Media Center Edition dan Tablet PC Edition.
Home Premium mendukung hingga 16GB physical memory.
Windows Vista Busines*
Sebanding dengan Windows XP Professional, dan ditunjukan untuk pengguna bisnis.
Fitur Media Center yang ada dalam Home Premium tidak dimasukkan dalam edisi ini, tetapi memiliki fasilitas IIS web server, dukungan faksimili, offline files, dukungan dual physical processor, Remote Desktop, kolaborasi P2P, dan mampu menangani hingga 128GB memori.
Windows Vista Enterprise
Edisi ini ditujukan untuk segmen enterprise, dan merupakan edisi tingkat tinggi dari edisi Business.
Fitur-fitur tambahannya di antaranya adalah versi sesi-tunggal dari Virtual PC, dukungan antarmuka multibahasa, BitLocker Drive Encryption, dan dukungan untuk aplikasi UNIX.
Edisi ini tidak akan tersedia melalui saluran retail ataupun OEM, melainkan melalui Microsoft Software Assurance.
Windows Vista Ultimate*
Edisi ini menggabungkan seluruh fitur-fitur Home, Premium, dan Enterprise.
Dalam edisi ini juga ditambahkan dukungan pembuatan podcast,program peningkat-kinerja game (WinSAT), fasilitas DVD ripping, dan layanan online khusus untuk media yang dapat diunduh,serta opsi layanan pelanggan tambahan lainnya.
Edisi Ultimate ditujukan sebagai edisi Vista yang paling impresif, ditujukan bagi para pengguna high-end, pemain game, para profesional multimedia, serta para pecandu PC.
*not needed activation for this series.
READ MORE
Windows Vista series:
Windows Vista Starter
Mirip seperti Windows XP Starter Edition,edisi ini masih berteknologi 32-bit, edisi ini dibatasi untuk area lokal, terutama sebagai alternatif legal ketimbang penggunaan kopi bajakan.
Pengguna edisi ini akan sangat dibatasi pemakaiannya, misalnya hanya bisa untuk memakai tiga program sekaligus dalam satu waktu, pembatasan koneksi jaringan, dan physical memory dibatasi hanya hingga 256MB.
Windows Vista Home Basic
Seperti Windows XP Home Edition,dengan teknologi 64-bit, fiturnya juga bertambah banyak.
Tetapi tidak sebanyak edisi yang lain, Home Basic ditujukan bagi pengguna rumahan yang tidak memerlukan fasilitas lebih tinggi.
Tema “Aero Glass” dengan efek transparan juga tidak akan termasuk dalam Edisi ini.
Home Basic hanya mendukung hingga 8GB physical memory.
Windows Vista Home Premium
Didasari Windows Vista Home Basic, edisi ini memiliki tambahan dukungan fitur-fitur lebih tinggi yang ditujukan untuk segmen pengguna rumahan, seperti dukungan HDTV dan pembuatan menu DVD.
Tambahan lainnya adalah games yang lebih banyak, dukungan untuk komputer tablet dan mobile, sistem enkripsi file, serta aplikasi manajemen foto.
Edisi ini mirip dengan Windows XP Media Center Edition dan Tablet PC Edition.
Home Premium mendukung hingga 16GB physical memory.
Windows Vista Busines*
Sebanding dengan Windows XP Professional, dan ditunjukan untuk pengguna bisnis.
Fitur Media Center yang ada dalam Home Premium tidak dimasukkan dalam edisi ini, tetapi memiliki fasilitas IIS web server, dukungan faksimili, offline files, dukungan dual physical processor, Remote Desktop, kolaborasi P2P, dan mampu menangani hingga 128GB memori.
Windows Vista Enterprise
Edisi ini ditujukan untuk segmen enterprise, dan merupakan edisi tingkat tinggi dari edisi Business.
Fitur-fitur tambahannya di antaranya adalah versi sesi-tunggal dari Virtual PC, dukungan antarmuka multibahasa, BitLocker Drive Encryption, dan dukungan untuk aplikasi UNIX.
Edisi ini tidak akan tersedia melalui saluran retail ataupun OEM, melainkan melalui Microsoft Software Assurance.
Windows Vista Ultimate*
Edisi ini menggabungkan seluruh fitur-fitur Home, Premium, dan Enterprise.
Dalam edisi ini juga ditambahkan dukungan pembuatan podcast,program peningkat-kinerja game (WinSAT), fasilitas DVD ripping, dan layanan online khusus untuk media yang dapat diunduh,serta opsi layanan pelanggan tambahan lainnya.
Edisi Ultimate ditujukan sebagai edisi Vista yang paling impresif, ditujukan bagi para pengguna high-end, pemain game, para profesional multimedia, serta para pecandu PC.
*not needed activation for this series.
Berikut salah satu ciri-ciri Komputer Yang Terjangkit Virus :
1. Komputer Anda berjalan lebih lambat dari biasanya.
2. Menu Run, Search disembunyikan oleh virus.
3. CTRL+ALT+DEL tidak bisa digunakan.
4. Regedit dan MSCONFIG di disabled
5. Folder asli pada komputer anda disembunyikan dan diganti dengan file virus.
6. Menu Tools -> Folder Options di Windows EXplorer hilang.
7. Komputer sering berhenti atau tidak merespon.
8. Komputer tiba-tiba restart atau crash dan ini terjadi beberapa menit sekali.
9. Aplikasi komputer tidak berjalan dengan semestinya dan sering error.
10. Muncul File dengan Icon Folder tetapi mempunyai file type .exe
11. Hardisk atau disk drive tidak bisa diakses.
12. Aktivitas print tidak bekerja dengan semestinya.
13. Sering terjadi pesan error yang aneh dan tidak biasanya.
14. Sering terlihat menu atau dialog box yang rusak.
15. Terdapat Duplikasi nama folder di dalam folder tersebut.
16. Komputer selalu mengeluarkan pesan dari mana virus ini berasal.
if your computer got suck's like that,its mean your computer have infected by virus.so,update your virus definition if your antivirus,but if that didn't work,just take save your files and burn up the computer system and reinstall..
after that,install the great antivirus and active firewall for protect your system by virus attack.i recommended use NORTON for your personal antivirus for your lovely computer.because its work in my computer,nothin virus that could broken the Barrier of NORTON.
READ MORE
1. Komputer Anda berjalan lebih lambat dari biasanya.
2. Menu Run, Search disembunyikan oleh virus.
3. CTRL+ALT+DEL tidak bisa digunakan.
4. Regedit dan MSCONFIG di disabled
5. Folder asli pada komputer anda disembunyikan dan diganti dengan file virus.
6. Menu Tools -> Folder Options di Windows EXplorer hilang.
7. Komputer sering berhenti atau tidak merespon.
8. Komputer tiba-tiba restart atau crash dan ini terjadi beberapa menit sekali.
9. Aplikasi komputer tidak berjalan dengan semestinya dan sering error.
10. Muncul File dengan Icon Folder tetapi mempunyai file type .exe
11. Hardisk atau disk drive tidak bisa diakses.
12. Aktivitas print tidak bekerja dengan semestinya.
13. Sering terjadi pesan error yang aneh dan tidak biasanya.
14. Sering terlihat menu atau dialog box yang rusak.
15. Terdapat Duplikasi nama folder di dalam folder tersebut.
16. Komputer selalu mengeluarkan pesan dari mana virus ini berasal.
if your computer got suck's like that,its mean your computer have infected by virus.so,update your virus definition if your antivirus,but if that didn't work,just take save your files and burn up the computer system and reinstall..
after that,install the great antivirus and active firewall for protect your system by virus attack.i recommended use NORTON for your personal antivirus for your lovely computer.because its work in my computer,nothin virus that could broken the Barrier of NORTON.
Web 2.0 adalah sebuah istilah yang dicetuskan pertama kali oleh O’Reilly Media pada tahun 2003, dan dipopulerkan pada konferensi web 2.0 pertama di tahun 2004, merujuk pada generasi yang dirasakan sebagai generasi kedua layanan berbasis web seperti situs jaringan sosial, wiki, perangkat komunikasi, dan folksonomi yang menekankan pada kolaborasi online dan berbagi antar pengguna.
O’Reilly Media dengan kolaborasinya bersama MediaLive International, menggunakan istilah ini sebagai judul untuk sejumlah seri konferensi, dan sejak 2004 beberapa pengembang dan pemasar telah mengadopsi ungkapan ini.
Walaupun kelihatannya istilah ini menunjukkan versi baru daripada web, istilah ini tidak mengacu kepada pembaruan kepada spesifikasi teknis World Wide Web, tetapi lebih kepada bagaimana cara si pengembang sistem di dalam menggunakan platform web.
Mengacu pada Tim Oreilly, istilah Web 2.0 didefinisikan sebagai berikut:
“Web 2.0 adalah sebuah revolusi bisnis di dalam industri komputer yang terjadi akibat
pergerakan ke internet sebagai platform, dan suatu usaha untuk mengerti aturan-aturan agar sukses di platform tersebut.”
Web 2.0 menjadi topik hangat dalam pembahasan web saat ini.
Prinsip-prinsip Web 2.0 :
* Web sebagai platform
* Data sebagai pengendali utama
* Efek jaringan diciptakan oleh arsitektur partisipasi
* Inovasi dalam perakitan sistem serta situs disusun dengan menyatukan fitur dari pengembang yang terdistribusi dan independen (semacam model pengembangan “open source”)
* Model bisnis yang ringan, yang dikembangkan dengan gabungan isi dan layanan
* Akhir dari siklus peluncuran (release cycle) perangkat lunak
* Mudah untuk digunakan dan diadopsi oleh user
READ MORE
O’Reilly Media dengan kolaborasinya bersama MediaLive International, menggunakan istilah ini sebagai judul untuk sejumlah seri konferensi, dan sejak 2004 beberapa pengembang dan pemasar telah mengadopsi ungkapan ini.
Walaupun kelihatannya istilah ini menunjukkan versi baru daripada web, istilah ini tidak mengacu kepada pembaruan kepada spesifikasi teknis World Wide Web, tetapi lebih kepada bagaimana cara si pengembang sistem di dalam menggunakan platform web.
Mengacu pada Tim Oreilly, istilah Web 2.0 didefinisikan sebagai berikut:
“Web 2.0 adalah sebuah revolusi bisnis di dalam industri komputer yang terjadi akibat
pergerakan ke internet sebagai platform, dan suatu usaha untuk mengerti aturan-aturan agar sukses di platform tersebut.”
Web 2.0 menjadi topik hangat dalam pembahasan web saat ini.
Prinsip-prinsip Web 2.0 :
* Web sebagai platform
* Data sebagai pengendali utama
* Efek jaringan diciptakan oleh arsitektur partisipasi
* Inovasi dalam perakitan sistem serta situs disusun dengan menyatukan fitur dari pengembang yang terdistribusi dan independen (semacam model pengembangan “open source”)
* Model bisnis yang ringan, yang dikembangkan dengan gabungan isi dan layanan
* Akhir dari siklus peluncuran (release cycle) perangkat lunak
* Mudah untuk digunakan dan diadopsi oleh user
sebelum menginjak ke tutorial ada baiknya sedikit basa basi untuk need to know basis. pada dasarnya, password user untuk windows (vista included) tersimpan pada 1 file terenkripsi pada direktori system32/config. file ini (SAM) dapat dengan mudah di decrypt dan dilihat isinya . cara yang sering dipost di net adalah menggunakan beberapa aplikasi console seperti samdump (atau yang lebih baru samdump2) untuk decode SAM file dan melakukan membuka SYSKEY encription pada file tersebut.
user dan pass masih blom bisa diketahuisecara gamblang, karena data tersebut disimpan menggunakan hash code yang masih memerlukan usaha untuk “membalik’ nilai hash tersebut menjadi nilai sebenarnya (ehm… mugkin lebih tepat mencari kombinasi nilai apa yang dapat menghasilkan hash tersebut). metode brute force ini cukup memakan resource dan waktu, tapi it dulu :) aplikasi password crack sekarang udah cukup baik apalagi dengan tersedianya metode rainbow crack menggunakan rainbow table, nilai asli hash code dapat diketahui dalam hitungan detik (ntar dijelasin lagi deh).
kenapa di judul gw pisah XP maa vista. hal ini karena metode hash dalam XP dan vista berbeda. windows XP (dan windwos sbeelumnya, menyimpan password menggunakan LM hash yang cenderung lebih mudah dibobol, sedangkan visa mengunakan metode NTLM hash yang cenderung lebih aman. meski menggunakan rainbow table, masih butuh resource table yang memadai untuk hack password vista. oia, ukuran table juga cukup besar loh :) *well no pain no gain.
untuk windows XP, versi gratinya ada 2 yaitu XP free fast yang fokus untuk kecepatan pencarian, dan XP free small yang fokus ntuk resource memor lebih kecil. kecua table gratis ini sudah cukup mumpuni untuk mencari nilai password segala kombinasi dari angka, huruf kecil dan huruf besar. sedangkan table khusus dan table german yang masing2 berukuran 7.5 GB diperlukan untuk mencari password dengan kombinasi simbol dan atau karakter khusus jerman.
sedangkan untuk tabel vista, veri gratisnya hanya tersedia 1 table yang dapat mencari kombinas berdasarkan pencarian kamus dan variasinya. table ini sudah cukup bagus untuk mencari password yang umum diunakan orang awam dan tidak terlalu panjang. untuk set table yang lebih besar, terdapat vista special yang mampu mencari berdasarkan kombinasi karakter untu password kombinasi 8 karakter. tabel berukuran sekitar 8GB, sedang untuk tabel yang lebih baeik lagi, dipersenjatai kemampuan untuk mencari hinga kombinasi 9 karakter berukuran 52 GB.
cukup besar? bagi yang memang tidak berkecimpung di bidang security, mngkin. tapi bagi security auditor tabel ini cukup berguna ^_^ like i said no pain no gain. tabel sebesar itu seakan mengatakan “NTLM hash emang lebih sulit di hack, tapi bisa dilakukan kalo mo berkorban”
yah, berhubung ini untuk belajar, ngga usah beli tabel, make yang gratisa aja. untuk XP sudah sangat mumpuni melihat kultur orang indo jarang yang pake pass rumit, coba tanya temen kanan kiri deh, ad ayang make simbol buat pass?? tu juga kalo make pass untuk vista memang sedikit drawback karena limitasi kemampuan tabel, tapi di indo udah cukup lah pencarian berdasar kamus dan variasi
table bisa didownload di site ophcrack
oke, sekarang saatnya masuk ke tutorial yang gw maksud di tutorial ini, karena memang untuk tujuan kesederhanaan, gw make ophcrack 3.1 yang udah make GUI (pan uda janji kalo mo make GUI. untuk test bed gw make OS backtrack 3 yang gw boot dari USB FD. oia, karena GUI ophcrack make QT, so backtrack gw tambahin modul QT biar bisa jalan, cara bisa dibaca di post sebelumnya. bagi yang ga mau ribet bisa download liveCD ophcrack yang tersedia di sitenya. di sie download juga tersedia aplikasi versi windows, kali aja mau dipake buat hack password admin komputer lab yang notabene biasanya udah di lock supaya ga bisa boot dari cd maupun USB
READ MORE
user dan pass masih blom bisa diketahuisecara gamblang, karena data tersebut disimpan menggunakan hash code yang masih memerlukan usaha untuk “membalik’ nilai hash tersebut menjadi nilai sebenarnya (ehm… mugkin lebih tepat mencari kombinasi nilai apa yang dapat menghasilkan hash tersebut). metode brute force ini cukup memakan resource dan waktu, tapi it dulu :) aplikasi password crack sekarang udah cukup baik apalagi dengan tersedianya metode rainbow crack menggunakan rainbow table, nilai asli hash code dapat diketahui dalam hitungan detik (ntar dijelasin lagi deh).
kenapa di judul gw pisah XP maa vista. hal ini karena metode hash dalam XP dan vista berbeda. windows XP (dan windwos sbeelumnya, menyimpan password menggunakan LM hash yang cenderung lebih mudah dibobol, sedangkan visa mengunakan metode NTLM hash yang cenderung lebih aman. meski menggunakan rainbow table, masih butuh resource table yang memadai untuk hack password vista. oia, ukuran table juga cukup besar loh :) *well no pain no gain.
untuk windows XP, versi gratinya ada 2 yaitu XP free fast yang fokus untuk kecepatan pencarian, dan XP free small yang fokus ntuk resource memor lebih kecil. kecua table gratis ini sudah cukup mumpuni untuk mencari nilai password segala kombinasi dari angka, huruf kecil dan huruf besar. sedangkan table khusus dan table german yang masing2 berukuran 7.5 GB diperlukan untuk mencari password dengan kombinasi simbol dan atau karakter khusus jerman.
sedangkan untuk tabel vista, veri gratisnya hanya tersedia 1 table yang dapat mencari kombinas berdasarkan pencarian kamus dan variasinya. table ini sudah cukup bagus untuk mencari password yang umum diunakan orang awam dan tidak terlalu panjang. untuk set table yang lebih besar, terdapat vista special yang mampu mencari berdasarkan kombinasi karakter untu password kombinasi 8 karakter. tabel berukuran sekitar 8GB, sedang untuk tabel yang lebih baeik lagi, dipersenjatai kemampuan untuk mencari hinga kombinasi 9 karakter berukuran 52 GB.
cukup besar? bagi yang memang tidak berkecimpung di bidang security, mngkin. tapi bagi security auditor tabel ini cukup berguna ^_^ like i said no pain no gain. tabel sebesar itu seakan mengatakan “NTLM hash emang lebih sulit di hack, tapi bisa dilakukan kalo mo berkorban”
yah, berhubung ini untuk belajar, ngga usah beli tabel, make yang gratisa aja. untuk XP sudah sangat mumpuni melihat kultur orang indo jarang yang pake pass rumit, coba tanya temen kanan kiri deh, ad ayang make simbol buat pass?? tu juga kalo make pass untuk vista memang sedikit drawback karena limitasi kemampuan tabel, tapi di indo udah cukup lah pencarian berdasar kamus dan variasi
table bisa didownload di site ophcrack
oke, sekarang saatnya masuk ke tutorial yang gw maksud di tutorial ini, karena memang untuk tujuan kesederhanaan, gw make ophcrack 3.1 yang udah make GUI (pan uda janji kalo mo make GUI. untuk test bed gw make OS backtrack 3 yang gw boot dari USB FD. oia, karena GUI ophcrack make QT, so backtrack gw tambahin modul QT biar bisa jalan, cara bisa dibaca di post sebelumnya. bagi yang ga mau ribet bisa download liveCD ophcrack yang tersedia di sitenya. di sie download juga tersedia aplikasi versi windows, kali aja mau dipake buat hack password admin komputer lab yang notabene biasanya udah di lock supaya ga bisa boot dari cd maupun USB
Worms komputer adalah aplikasi yang dapat menggandakan dirinya sendiri. Worm menggunakan jaringan untuk mengirin salinan-nya ke node lain (terminal komputer dalam jaringan) dan dapat melakukan hal tersebut tanpa campur tangan user sama sekali. Tidak seperti virus, worm tidak perlu menyusupkan dirinya ada aplikasi yang ada. Worm hamper dapat dipastikan menimbulkan kerusakan pada jaringan, meski hanya sekedar memakai bandwith yang ada, dimana virus hamper selalu merusak atau merubah file pada komputer target.
Nama dan sejarah
Penamaan worm berasal dari ‘The Shockwave Rider’, sebuah novel science fiction yang dipublikasikan pada tahun 1975 oleh John Brunner. Peneliti John F Shock dan Jon A Hupp dari EROX PARC memilih nama tersebut pada paper yang dipublikasikan pada tahun 1982; The Worm Programs, Comm ACM, 25(3):172-180, 1982), dan kemudian digunakan secara luas.
Implementasi worm pertama kali diaplikasikan oleh kedua peneliti tersebut di Zerox PARC pada tahun 1978. Shoch dan Hupp membuat worm untuk mengidentifikasi prosesor yang idle (tidak melakukan pekerjaan) pada jaringan dan memberikan tugas pada prosesor tersebut, membagi load pengerjaan proses, sehingga meningkatkan ‘efisiensi penggunaan CPU cycle’ pada jaringan. Worm tersebut memiliki batasan yang terprogram didalamnya, sehingga tidak akan menyebar ke are yang lebih luas dari yang ditentukan.
Payload
Banyak worm yang dibuat hanya memiliki fungsi penyebaran, dan tidak berusaha merubah system yang dilewatinya. Akan tetapi, sejak Morris Worm dan Mydoom muncul, lalu lintas jaringan dan efek yang tidak diinginkan lainnya dapat menimbulkan gangguan yang serius. Sebuah ‘payload’ istilah yang digunakna untuk menyebut kode yang dibawa oleh worm dan didesain untuk merusak system yang dilewati – kode itu muungkin menghapus file system (missal ExploreZip worm), melakukan enkripsi dalam serangan cryptoviral extortion, atau mengirim dokumen melalui email. Payload yang cukup umum digunakan adalah kode yang disipkan pada worm untuk melakukan instalasi ‘backdoor’ pada komputer yang terinfeksi yang membuat komputer terseut dapat menjadi ‘zombie’ dan diakses dengan bebas oleh pembuat worm – Sobig dan Mydoom adalah contoh worm yang menciptakan komputer zombie. Jaringan dari kompter zombie disebut juga botnet dan sering digunakan oleh pengirim spam untuk mengirimkan email sampah atau menyembunyikan alamat website mereka. Oleh karena itu, spammer sering ditengarai sebagai pendukung dana pembuat worm, dan tidak jarang pula pwmbuat worm menjual daftar IP komputer yang terinfeksi. Sedang yanglain mencoba mendapatkan uang dari perusahaan dengan ancaman serangan DoS (Denial of Service).
Backdoor dapat pula dieksploitasi oleh malware lain, termasuk worm. Sebagai contoh adlah Doomjuice, yang menyebar melalui backdoor yang dibuka oleh Mydoom, dan paling tidak ada satu malware yang menfaatkan rootkit dan backdoor yang terinstall oleh aplikasi DRM milik Sony/BMG yang ada pada cd music mereka hingga akhir 2005.
Worm dengan tujuan baik
Bermula dari penelitian pertama tentang worm di laboratorium XEROX PARC, telah muncul beberapa usaha untuk menciptakan worm yang berguna. Varian Nachi worm sebagai contoh, mencoba untuk mendownload dan melakukan instalasi patch dari website Microsoft untuk memperbaiki kelemahan pada system host yang ditempati – dengan memanfaatkan kelemahan tersebut untuk measuk ke dalam system, dan kemudian memperbaikinya dengan patch. Dalam prakteknya, meskipun langkah ini telah dibuat tidakberbahaya, tapi worm ini memakai lalu lintas jaringan, melakukan re-boot mesin pada saat patching, dan bekerja tanpa sepengetahan pengguna.
Mayoritas pakar keamanan menggangap worm sebagai malware, tanpa melihat payload atau tujuan pembuat.
Pencegahan
Worm menyebar dengan mengeksploitasi kelemahan system operasi. Semua vendor berusaha menyediakan update keamanan secara berkala, dan jika patch/update ini diinstall pada sebuah mesin, maka kecenderungan penyebaran worm pada mesin ini dapat ditangkal. Jika vendor mengetahui kelamahan pada system dan belum mengeluarkan update, bukan tidak mungkin ‘zero day exploit’ (eksploitais pada hari yang sama vendor mengumumkan kelemahan (bug)). Tapi hal tersebut jarang terjadi.
Pengguna perlu berhati-hati jika membuka e-mail yang tidak dikenal, dan dianjurkan untuk tidak menjalankan file atau program yang dikirimkan sebagai attachment, atau mengunjuingi halaman web yang disertakan dalam mail. Tapi, sejak kasus work ILOVEYOU, dan peningkatan pertumbuhan dan efisiensi serangan phising, masih cukup besar kemungkinan untuk menipu penggun amakin meningkat pula.
Aplikasi anti-virus dan anti-spyware cukup berguna untuk menagkal serangan worm, tetapi harus selalu di update dengan pola virus/worm baru tiap beberapa hari sekali. Penggunaan firewall juga dianjurkan. Berdasarkan pengalaman penulis, firewall cukup berguna ‘membentengi’ komputer dari serangan worm dengan menutup atau menolak intrusi worm.
READ MORE
Nama dan sejarah
Penamaan worm berasal dari ‘The Shockwave Rider’, sebuah novel science fiction yang dipublikasikan pada tahun 1975 oleh John Brunner. Peneliti John F Shock dan Jon A Hupp dari EROX PARC memilih nama tersebut pada paper yang dipublikasikan pada tahun 1982; The Worm Programs, Comm ACM, 25(3):172-180, 1982), dan kemudian digunakan secara luas.
Implementasi worm pertama kali diaplikasikan oleh kedua peneliti tersebut di Zerox PARC pada tahun 1978. Shoch dan Hupp membuat worm untuk mengidentifikasi prosesor yang idle (tidak melakukan pekerjaan) pada jaringan dan memberikan tugas pada prosesor tersebut, membagi load pengerjaan proses, sehingga meningkatkan ‘efisiensi penggunaan CPU cycle’ pada jaringan. Worm tersebut memiliki batasan yang terprogram didalamnya, sehingga tidak akan menyebar ke are yang lebih luas dari yang ditentukan.
Payload
Banyak worm yang dibuat hanya memiliki fungsi penyebaran, dan tidak berusaha merubah system yang dilewatinya. Akan tetapi, sejak Morris Worm dan Mydoom muncul, lalu lintas jaringan dan efek yang tidak diinginkan lainnya dapat menimbulkan gangguan yang serius. Sebuah ‘payload’ istilah yang digunakna untuk menyebut kode yang dibawa oleh worm dan didesain untuk merusak system yang dilewati – kode itu muungkin menghapus file system (missal ExploreZip worm), melakukan enkripsi dalam serangan cryptoviral extortion, atau mengirim dokumen melalui email. Payload yang cukup umum digunakan adalah kode yang disipkan pada worm untuk melakukan instalasi ‘backdoor’ pada komputer yang terinfeksi yang membuat komputer terseut dapat menjadi ‘zombie’ dan diakses dengan bebas oleh pembuat worm – Sobig dan Mydoom adalah contoh worm yang menciptakan komputer zombie. Jaringan dari kompter zombie disebut juga botnet dan sering digunakan oleh pengirim spam untuk mengirimkan email sampah atau menyembunyikan alamat website mereka. Oleh karena itu, spammer sering ditengarai sebagai pendukung dana pembuat worm, dan tidak jarang pula pwmbuat worm menjual daftar IP komputer yang terinfeksi. Sedang yanglain mencoba mendapatkan uang dari perusahaan dengan ancaman serangan DoS (Denial of Service).
Backdoor dapat pula dieksploitasi oleh malware lain, termasuk worm. Sebagai contoh adlah Doomjuice, yang menyebar melalui backdoor yang dibuka oleh Mydoom, dan paling tidak ada satu malware yang menfaatkan rootkit dan backdoor yang terinstall oleh aplikasi DRM milik Sony/BMG yang ada pada cd music mereka hingga akhir 2005.
Worm dengan tujuan baik
Bermula dari penelitian pertama tentang worm di laboratorium XEROX PARC, telah muncul beberapa usaha untuk menciptakan worm yang berguna. Varian Nachi worm sebagai contoh, mencoba untuk mendownload dan melakukan instalasi patch dari website Microsoft untuk memperbaiki kelemahan pada system host yang ditempati – dengan memanfaatkan kelemahan tersebut untuk measuk ke dalam system, dan kemudian memperbaikinya dengan patch. Dalam prakteknya, meskipun langkah ini telah dibuat tidakberbahaya, tapi worm ini memakai lalu lintas jaringan, melakukan re-boot mesin pada saat patching, dan bekerja tanpa sepengetahan pengguna.
Mayoritas pakar keamanan menggangap worm sebagai malware, tanpa melihat payload atau tujuan pembuat.
Pencegahan
Worm menyebar dengan mengeksploitasi kelemahan system operasi. Semua vendor berusaha menyediakan update keamanan secara berkala, dan jika patch/update ini diinstall pada sebuah mesin, maka kecenderungan penyebaran worm pada mesin ini dapat ditangkal. Jika vendor mengetahui kelamahan pada system dan belum mengeluarkan update, bukan tidak mungkin ‘zero day exploit’ (eksploitais pada hari yang sama vendor mengumumkan kelemahan (bug)). Tapi hal tersebut jarang terjadi.
Pengguna perlu berhati-hati jika membuka e-mail yang tidak dikenal, dan dianjurkan untuk tidak menjalankan file atau program yang dikirimkan sebagai attachment, atau mengunjuingi halaman web yang disertakan dalam mail. Tapi, sejak kasus work ILOVEYOU, dan peningkatan pertumbuhan dan efisiensi serangan phising, masih cukup besar kemungkinan untuk menipu penggun amakin meningkat pula.
Aplikasi anti-virus dan anti-spyware cukup berguna untuk menagkal serangan worm, tetapi harus selalu di update dengan pola virus/worm baru tiap beberapa hari sekali. Penggunaan firewall juga dianjurkan. Berdasarkan pengalaman penulis, firewall cukup berguna ‘membentengi’ komputer dari serangan worm dengan menutup atau menolak intrusi worm.
Virus computer adalah program komputer yang menyalin dirinya dan menginfeksi komputer tanpa sepengatahuan pemilik. Virus original (asli) dapat mengubah isi dari virus salinannya, atau virus salinan tersebut dapat mengubah dirinya sendiri, seperti yang muncul dalam kasus virus metamorphic. Virus hanya dapa menyebar dari satu komputer ke komputer lain jika file inang-nya (host) dibawa k ekomputer yang tidak terinfeksi, misalkan dengan mengirimkan melalui jaringan atau internet, atau melalui media portable seperti CD atau USB drive. Penggun akomputer seringkali bingung membedakan antara virus dengan worm dan Trojan. Worm dapat menyebarkan dirinay sendiri tanpa harus transfer mellaui host, dan Trojan adalah file yang tampak tidak berbahaya sampai dia dieksekusi.
Beberapa virus dibuat untuk merusak aplikas, menghapus file, atau melakukan formatting pada harddisk. Beberapa yang lain tidak dibuat berbahaya, hanya
menggandakan diri sendiri dan/atau melakukan aksi ‘aktualisasi diri’ dengan menampilkan pesan tect, video, atau audio. Meski virus tipe terakhir tersebut bias dibilang tidak berbahaya, tetapi dapat menimbulkan masalah. Virus tersebut mengambil memori komputer yang digunakan oleh aplikasi lain, sebagai hasilnya, virus tersebut sering menumbulkan perilaku aneh pada system dan tidak jarang berakhir menimbulkan system crash. Sebagia tambahan, banyak virus dibuat untuk exploitasi bug, dan bug-bug tersebut dapat menimbulkan crash atau hilangnya data.
Strategi penggandaan
Agar dapat menggandakan dirinya, sebuah virus harus diijinkan meng-eksekusi kode yang menulis ke memori. Untuk alasan tersebut, banyak virusmenyusupkan dirinya ke file executable yang merupakan bagian dari aplikasi terpercaya. Jika pengguna mencoba menjalankan program yangterinfeksi, kode virus dapat dieksekusi terlebih dahulu. Virus dapat dibagi menjadi 2 tipe, berdasarkan perilaku pada saat dieksekusi. Non-resident virus akan segera mencari file host lain yang dapat diinfeksi, menyusup pada target dan kemudian memindah kontrol pada aplikasi yang mereka infeksi. Resident virus tidak langsung mencari target ketika mereka dieksekusi. Tetapi, resident virus akan me-load dirinya dalam memori pada saat eksekusi dan memindahkan control pada palikasi host. Virus kemudian tetap aktif dalam memori di latar belakang dan menyusup pada host baru saat file tersebut diakses oleh aplikasi lain atau bahkan system operasi sendiri. Resident virus sendiri, terkadang dibagi lagi menjadi 2, fast infector dan slow infector. Pembagian ini berdasar kecenderungan untuk melakukan infeksi ke host baru. Pada tipe fast infection, virus akan segera melakukan infeksi pada aplikasi yang diakses oleh system, hal ini bias menjadi sangat merepotkan bagi anti-virus. Pada saat antivirus mengakses banyak file potensial, jika antivirus tidak ‘menyadari’ adanya virus ini yang aktif, maka virus dapat menunggangi antivirus dan menginfeksi tiap host potensial baru yang diakses oleh antivirus pada saat melakukan scanning menyeluruh. Tetapi metode fast infector cenderung lebih mudah dilacak, karena penggunaan resource yang tingi, system akan mengalami penurunan tingkat respon yang cukup signifikan. Beda halnay dengan slow infector, virus dengan tipe ini menginfeksi host baru dengan perlahan, hanya pada kondisi-kondisi tertentu saja. Missal pada saat melakukan penggandaan file, dan sebagainya.
Vector dan host
Virus mentarget beberapa tipe media transmisi atau host, berikut tipe file tersebut :
* File executable binary (seperti file COM dan EXE di MS-DOS, file portable executable di MS windows, dan file ELF di Linux)
* Volume boot record dari floppy disk dan partisi harddisk
* Master Boot Record (MBR)
* File script multiguna ( seperti file batch (.BAT) di MS-DOS dan windows, file VBScript, dan shell script pada platform Unix-Like)
* File script yang spesifik pada aplikasi (missal script Telix)
* Dokumen yang mengandung macro (seperti dokumen MS word, spreadsheet Excel, Dokumen AmiPro, database MS access)
* Scripting pada aplikasi web
Vector yang tidak dapat diinfeksi
Source file, meski sangat sulit, tapi bukan tidak mungkin disusupi oleh virus. Virus juag dipastikan hamper tidak mungkin untuk menyusup pada file data (dengan pengecualian kelemahan Window Metafile – WMF) seperti MP3, MPEG, OGG, JPEG, GIF, PNG, MNG, PDF dan file DVI (dan tipe-tipe lainnya). Andaikan virus meninfeksi file tersebut, virus tidak akan dapat beroperasi karena tidak mungkin kode virus dapat dieksekusi. Sebagai catatan kecil, fiel PDF, seperti HTML, dapat memuat link yang dapat dimanfatkan untuk menghubungkan kode malware. Dan kemudian, eksploitasi buffer overflow pada program yang membaca file data dapat digunakan untuk memicu eksekusi kode virus, tetapi serangan semacam ini hanya terjadi pada arsitektur komputer dengan NX bit (execute disable bit).
Patut dicatat pula, beberapa pembuat virus menulis ekstensi .EXE pada akhir .PNG (sebagai contoh saja), berharap pengguna akan berhenti membaca pada jenis tipe PNG yang terpercaya dan tanpa sadar memicu aksi virus. Banyak system operasi tidak menampilkan ekstensi file secara default, sehingga file virus.PNG.EXE hanya akan tampil sebagai virus.PNG yang terlihat aman.
Metode untuk menghindari deteksi
Untuk menghindari deteksi pengguna, virus menggunakan beberapa jenis cara. Beberap avirus lama pada masa MS-DOS, memastikan tanggal “last modified” tidak berubah sehingga dapat menipu pengguna. Tetapi cara tersebut tidak akan berhasil menipu aplikasi antivirus, terutama yang melakukan pencatatan CRC (Cyclic Redudancy Check) pada perubahan file.
Beberapa virus dapat menginfeksi file tanpa menambah ukuran atau merusak file yang bersangkutan. Hal ini dapat dicapai dengan menimpa pada area yang tiak terpakai ara file executable. Virus tersebut disebut cavity virus. Sebagai contoh adalah CIH atau Chernobyl yang menginfeksi file Protable Executable. Hal ini dimungkinkan akrena file tersbeut memiliki banyak ruang kosong, virus yang hanya berukuran 1 KB tidak akan menambah ukuran file.
Beberap virus mematikan proses yang berhubungan dengan antivirus sebelum berhasil mendeteksi virus tersebut. Beberap metode lain yang umum digunakan adalah :
* · Menghindari infeksi terhadap file umpan dan host yang merugikan
Virus menghindari untuk melakukan infeksi pada file executable antivirus, Karena pada umumnya antivirus melakukan oengecekan CRC dan perubahan pada file miliknya. Selain itu, virus berusaha menghindari infeksi pada file executable umpan yang sering diciptakan oleh antivirus. File umpan adalah file executable kecil yang sengaja dibuat untuk diinfeksi oleh virus agar dapat mengambil sampel virus untuk tujuan penelitian virus lebih lanjut. Virus berusah amengindari file executable berukuran kecil dan berisi pola perintah-perintah sampah yang umumnya menjadi cirri file umpan.
Selain itu, beberapa virus juga memiliki perilaku untuk tidak menginfeksi file yang terkadang memiliki potensi besar untuk diinfeksi, dengan tujuan mempersulit kemungkinan deteksi. Sebagai contoh, virus dapat memutuskan secara random apakah akan menginfeksi suatu file, atau melakukan infeksi pada hari tertentu.
* · Stealth
Beberapa virus mencoba menipu aplikasi antivirus dengan menyela request (permintaan) pada sistem operasi. Virus dapat menyembunyikan diirnya sendiri dengan menyela request dari antivirus untuk mebaca file dan melemparkan request tersebut untuk ditangani oleh virus dan bukan OS. Kemudian, virus dapat memberikan balasan versi file yang tidak terinfeksi sehingga file terkesan ‘bersih’. Antivirus modern mengimplementasikan berbagai teknik untuk menghindari mekanisme stealth oleh virus. Tetapi satu-satunya cara yang paling terpercaya untuk menghindari stealth adalah melakukan boot dari media yang diketahui bersih.
* · Self-modification
Antivirus modern mencoba mencari pola virus didalam alikasi normal dengam melakukan pendeteksian virus signature. Virus signature adalah karakteristik byte-pattern yang merupakan bagian dari virus atau keluarga varian virus tertentu. Jika virus scanner menemukan pola virus dalam file, maka pengguna kan diberikan peringatan untuk mengambil tindakan, misalkan menghapus atau (dalam beberapa kasus) membersihkan file yang terinfeksi. Beberapa virus mengimplementasikan teknik yang membuat pelacakan dnegan signatur menjadi sulit, tapi bukan tidak mungkin. Virus ini merubah kode mereka setiap kali melakukan infeksi. Sehingga tiap file yang terinfeksi memiliki varian yang berbeda dari virus.
* · Enkripsi dengan multi-key
metode yang lebih advande adalah penggunaan enkripsi sederhana untuk mengacak kode virus. Dalam kasus ini, virus memiliki module dekripsi dan salinan kode virus yang ter-enkrip. Jika virus di enkripsi dengan key yang berbeda untuk tiap salinannya, hanya bagian modul dekripsi yang sama, yang akan ditambahkan pada bagian akhir kode virus. Dengan langkah iin, antivirus tidak dapat dengan langsung mendeteksi virus melalui signature, tetapi masih dimungkinkan melakukan deteksi tidak langsung melalui modul dekripsi.
* · Kode polimorh
Penggunaan kode polimorfik adalah teknik pertama yang memiliki ancaman yang sangat serius terhadap pelacakan virus. Seperti virus yang ter-enkripsi biasa, virus polimorf aman menginfeksi file dan meng-enkrip salinannya, yang dapat di dekrip dengan menggunakan modul dekripsi. Akan tetapi, pada kasus virus polimorf, modul dekripsi juga dirubah setiap kali melakukan infeksi. Sebuah virus polimorfik yang ditulis dengan baik tidak akan memiliki bagian yang sama pada tiap salinan dan infeksi, membuatnya cukup sulit untuk dideteksi. Anti-virus dapat mendeteksi virus jenis ini dengan melakukan dekripsi menggunakan emulator, atau dengan analisa statistic pola dari bagian virus yang ter-enkripsi.
Untuk dapat menggunakan kode polimorfik, virus harus memiliki engine polimorfik (disebut juga engine mutasi) di dalam bagian kode-nya.
* · Kode metamorph
Untuk menghindari terdeteksi oleh emulator, beberapa virus ‘menulis ulang secara keseluruhan’ diri mereka sendiri. Teknik ini disebut metamorfik. Untuk dapat menggunakan teknik ini, metamorphic engine mutlak diperlukan. Virus metamorfik, pada umumnya sangat besar dan kompleks. Sebagai contoh, W32/Simile memiliki lebih dari 14000 bari kode assembly, yang 90% diantaranya adalah metamorphic engine.
Kelemahan sistem operasi terhadap virus
Sama hal-nya seperti perbedaan genetic pada masyarakat menurunkan potensi sebuah penyakit meng’japus’kan seluruh populasi manusia, perbedaan system aplikasi pada jaringan dapat membatasi penebaran dan infeksi virus.
Hal ini menjadi cukup bermasalah ketika pada tahun 1990an, ketika Microsoft mencapai dominansi pada pasaran dalam bidang system operasi desktop dan aplikasi office. Pengguna aplikasi Microsoft menjadi rentan terhadap penyebaran virus. Applikasi Microsoft dijadikan target pembuat virus karena dominasi pada desktop yang mereka miliki, dan sering kali dikritik karena adanya banyak kesalahan dah lubang keamanan yang dapat dieksploitasi pembuat virus. Aplikasi terintegrasi (seperti Microsoft office) dan aplikasi dengan kemampuan scripting dan akses ke file system (seperti Visual Basic Script (VBS), dan aplikasi dengan fitur jaringan) juga cukup rentan.
Meski windows, hingga saat ini adalah sistem operasi yang paling popular untuk pembuat virus, beberapa virus juga bias ditemui pada platform lain. Semua system operasi yag mengijinkan aplikasi third party (buatan vendor lain) secara teoritis dapat menjalankan virus. Beberapa system operasi lebih aman dibandingkan yang lain. System operasi yang berbasis UNIX (dan beberapa palikasi NTFS-aware pada platform windows NT) hanya mengijinkan user untuk menjalankan executable didalam are terproteksi dan direktori pribadi.
Pada tahun 2006, terdapat bebapa eksploitasi keamanan yang mengintai Mac OS X (dengan file system dan kernel yang ebrbasis UNIX). Jumlah virus yang beredar untul OS apple ang lebih tua, dikenal dengan Mac OS Classic, bervariasi dari sumber ke sumber, Apple menyatakan hanya ada 4 virus yang diketahui, dan sumber independen menyatakan bahwa ada sekurang-kurangnya 63 virus yang mengancam platform ini. Dapat dikatakan bahwa Mac lebih jarang dijadikan target karena kecilnya pasar, sehingga virus yang spesifik menyerang Mac hanya dapat menginfeksi komputer dalam jumlah kecil, menjadikan usaha pembuatan virus dan penyebaran menjadi sia-sia. Perbedaan kerentanan virus dari Mac OS X dan Windos menjadi salah satu keuntungan publikasi yang kni digunakan apple dalah klan ‘Get a Mac’. Tapi, Mac juga memiliki beberapa isu keamanan sama seperti hal-nya Windows, meski jarang ada yang menggunakannya untuk dieksploitasi. Tapi ungkin suatu saat nanti jika Mac menjadi lebih dominan, hal itu mungkin terjadi.
Windows dan Unix memiliki kemampuan scripting yang sama, tetapi Unix secara native tidak memperbolehkan user normal memiliki akses untuk mengubah environment system operasi. Pada tahun 1997, saat virus untuk Linux dilepas di internet, dikenal dengan nama ‘Bliss’, menumbulkan pemikiran baru bagi vendor antivirus untuk mengeluarkan peringatan bahwa system dengan basis atau UNIX-like dapat menjadi korban virus sama seperti windows.
Pencegahan
Untuk mencegah penyebaran atau nfeksi virus pada system, dapat dibagi menjadi 2 langkah penting, dari sisi aplikasi dan pengaturan system, dan dari sisi pengguna.
Dari sisi system, instalasi aplikasi virus merupakan hal yang cukup mulak dilakukan. Aplikasi inlah yang dapat menjadi lapis pertama benteng pertahanan system terhadap virus. Antivirus dapat melakukan pendeteksian kode-kode virus bedasarkan signature atau secara heuristic dan selalu berjalan di latar belakang, sehingga dapat mengawasi segala akses terhadap file dan system. tapi terkadang, penggunaan antovirus bias menjadi senjata makan tuan, jika user tidak selalu tertatur melakukan update virus signature dan/atau engine antivirus ke vendor antovirus yang bersangkutan. Update iniliah yang menjadi slaah satu point penting proses pendeteksian virus2 baru. di internet, virus2 baur muncul tiap waktu, bahkan bias mencapai belasan tiap harinya. Untuk memilih aplikasi antivirus yang baik, pilihlah aplikasi dari vendor yang sering melakukan update dan menyediakan update harian (bahkan ada yang menyediakan beberapa kali sehari). Pilih pula aplikasi yang memiliki kekampuan pendeteksian secara heuristic, mellaui pengenalan pola perilaku kode virus, sehingga dapat menangkal kemungkinan virus baru yang belum terdapat dalam database. Dan jika ada, pilih vendor yang memiliki perwakilan perusahaan di Negara yang bersangkutan, agar dukungan untuk menangkal virus yang beredar secara local juga terjamin.
Selain dari segi aplikasi, sisi pengguna juga memegang peran penting. Seperti telah ditulis sebelumnya, kadang user telah merasa aman karena memiliki antivirus, jutsru menjadi senjata yang berbalik pada diri sendiri. User selain harus rajin update antivrus, juga harus berhati-hati dalam menggunakan komputer, terutama pada saat pertukaran data atau terhubung dengan internet. Jika mendapat file dari sumber yang tidak dikenal atau tidak terpercaya, so be careful.
READ MORE
Beberapa virus dibuat untuk merusak aplikas, menghapus file, atau melakukan formatting pada harddisk. Beberapa yang lain tidak dibuat berbahaya, hanya
menggandakan diri sendiri dan/atau melakukan aksi ‘aktualisasi diri’ dengan menampilkan pesan tect, video, atau audio. Meski virus tipe terakhir tersebut bias dibilang tidak berbahaya, tetapi dapat menimbulkan masalah. Virus tersebut mengambil memori komputer yang digunakan oleh aplikasi lain, sebagai hasilnya, virus tersebut sering menumbulkan perilaku aneh pada system dan tidak jarang berakhir menimbulkan system crash. Sebagia tambahan, banyak virus dibuat untuk exploitasi bug, dan bug-bug tersebut dapat menimbulkan crash atau hilangnya data.
Strategi penggandaan
Agar dapat menggandakan dirinya, sebuah virus harus diijinkan meng-eksekusi kode yang menulis ke memori. Untuk alasan tersebut, banyak virusmenyusupkan dirinya ke file executable yang merupakan bagian dari aplikasi terpercaya. Jika pengguna mencoba menjalankan program yangterinfeksi, kode virus dapat dieksekusi terlebih dahulu. Virus dapat dibagi menjadi 2 tipe, berdasarkan perilaku pada saat dieksekusi. Non-resident virus akan segera mencari file host lain yang dapat diinfeksi, menyusup pada target dan kemudian memindah kontrol pada aplikasi yang mereka infeksi. Resident virus tidak langsung mencari target ketika mereka dieksekusi. Tetapi, resident virus akan me-load dirinya dalam memori pada saat eksekusi dan memindahkan control pada palikasi host. Virus kemudian tetap aktif dalam memori di latar belakang dan menyusup pada host baru saat file tersebut diakses oleh aplikasi lain atau bahkan system operasi sendiri. Resident virus sendiri, terkadang dibagi lagi menjadi 2, fast infector dan slow infector. Pembagian ini berdasar kecenderungan untuk melakukan infeksi ke host baru. Pada tipe fast infection, virus akan segera melakukan infeksi pada aplikasi yang diakses oleh system, hal ini bias menjadi sangat merepotkan bagi anti-virus. Pada saat antivirus mengakses banyak file potensial, jika antivirus tidak ‘menyadari’ adanya virus ini yang aktif, maka virus dapat menunggangi antivirus dan menginfeksi tiap host potensial baru yang diakses oleh antivirus pada saat melakukan scanning menyeluruh. Tetapi metode fast infector cenderung lebih mudah dilacak, karena penggunaan resource yang tingi, system akan mengalami penurunan tingkat respon yang cukup signifikan. Beda halnay dengan slow infector, virus dengan tipe ini menginfeksi host baru dengan perlahan, hanya pada kondisi-kondisi tertentu saja. Missal pada saat melakukan penggandaan file, dan sebagainya.
Vector dan host
Virus mentarget beberapa tipe media transmisi atau host, berikut tipe file tersebut :
* File executable binary (seperti file COM dan EXE di MS-DOS, file portable executable di MS windows, dan file ELF di Linux)
* Volume boot record dari floppy disk dan partisi harddisk
* Master Boot Record (MBR)
* File script multiguna ( seperti file batch (.BAT) di MS-DOS dan windows, file VBScript, dan shell script pada platform Unix-Like)
* File script yang spesifik pada aplikasi (missal script Telix)
* Dokumen yang mengandung macro (seperti dokumen MS word, spreadsheet Excel, Dokumen AmiPro, database MS access)
* Scripting pada aplikasi web
Vector yang tidak dapat diinfeksi
Source file, meski sangat sulit, tapi bukan tidak mungkin disusupi oleh virus. Virus juag dipastikan hamper tidak mungkin untuk menyusup pada file data (dengan pengecualian kelemahan Window Metafile – WMF) seperti MP3, MPEG, OGG, JPEG, GIF, PNG, MNG, PDF dan file DVI (dan tipe-tipe lainnya). Andaikan virus meninfeksi file tersebut, virus tidak akan dapat beroperasi karena tidak mungkin kode virus dapat dieksekusi. Sebagai catatan kecil, fiel PDF, seperti HTML, dapat memuat link yang dapat dimanfatkan untuk menghubungkan kode malware. Dan kemudian, eksploitasi buffer overflow pada program yang membaca file data dapat digunakan untuk memicu eksekusi kode virus, tetapi serangan semacam ini hanya terjadi pada arsitektur komputer dengan NX bit (execute disable bit).
Patut dicatat pula, beberapa pembuat virus menulis ekstensi .EXE pada akhir .PNG (sebagai contoh saja), berharap pengguna akan berhenti membaca pada jenis tipe PNG yang terpercaya dan tanpa sadar memicu aksi virus. Banyak system operasi tidak menampilkan ekstensi file secara default, sehingga file virus.PNG.EXE hanya akan tampil sebagai virus.PNG yang terlihat aman.
Metode untuk menghindari deteksi
Untuk menghindari deteksi pengguna, virus menggunakan beberapa jenis cara. Beberap avirus lama pada masa MS-DOS, memastikan tanggal “last modified” tidak berubah sehingga dapat menipu pengguna. Tetapi cara tersebut tidak akan berhasil menipu aplikasi antivirus, terutama yang melakukan pencatatan CRC (Cyclic Redudancy Check) pada perubahan file.
Beberapa virus dapat menginfeksi file tanpa menambah ukuran atau merusak file yang bersangkutan. Hal ini dapat dicapai dengan menimpa pada area yang tiak terpakai ara file executable. Virus tersebut disebut cavity virus. Sebagai contoh adalah CIH atau Chernobyl yang menginfeksi file Protable Executable. Hal ini dimungkinkan akrena file tersbeut memiliki banyak ruang kosong, virus yang hanya berukuran 1 KB tidak akan menambah ukuran file.
Beberap virus mematikan proses yang berhubungan dengan antivirus sebelum berhasil mendeteksi virus tersebut. Beberap metode lain yang umum digunakan adalah :
* · Menghindari infeksi terhadap file umpan dan host yang merugikan
Virus menghindari untuk melakukan infeksi pada file executable antivirus, Karena pada umumnya antivirus melakukan oengecekan CRC dan perubahan pada file miliknya. Selain itu, virus berusaha menghindari infeksi pada file executable umpan yang sering diciptakan oleh antivirus. File umpan adalah file executable kecil yang sengaja dibuat untuk diinfeksi oleh virus agar dapat mengambil sampel virus untuk tujuan penelitian virus lebih lanjut. Virus berusah amengindari file executable berukuran kecil dan berisi pola perintah-perintah sampah yang umumnya menjadi cirri file umpan.
Selain itu, beberapa virus juga memiliki perilaku untuk tidak menginfeksi file yang terkadang memiliki potensi besar untuk diinfeksi, dengan tujuan mempersulit kemungkinan deteksi. Sebagai contoh, virus dapat memutuskan secara random apakah akan menginfeksi suatu file, atau melakukan infeksi pada hari tertentu.
* · Stealth
Beberapa virus mencoba menipu aplikasi antivirus dengan menyela request (permintaan) pada sistem operasi. Virus dapat menyembunyikan diirnya sendiri dengan menyela request dari antivirus untuk mebaca file dan melemparkan request tersebut untuk ditangani oleh virus dan bukan OS. Kemudian, virus dapat memberikan balasan versi file yang tidak terinfeksi sehingga file terkesan ‘bersih’. Antivirus modern mengimplementasikan berbagai teknik untuk menghindari mekanisme stealth oleh virus. Tetapi satu-satunya cara yang paling terpercaya untuk menghindari stealth adalah melakukan boot dari media yang diketahui bersih.
* · Self-modification
Antivirus modern mencoba mencari pola virus didalam alikasi normal dengam melakukan pendeteksian virus signature. Virus signature adalah karakteristik byte-pattern yang merupakan bagian dari virus atau keluarga varian virus tertentu. Jika virus scanner menemukan pola virus dalam file, maka pengguna kan diberikan peringatan untuk mengambil tindakan, misalkan menghapus atau (dalam beberapa kasus) membersihkan file yang terinfeksi. Beberapa virus mengimplementasikan teknik yang membuat pelacakan dnegan signatur menjadi sulit, tapi bukan tidak mungkin. Virus ini merubah kode mereka setiap kali melakukan infeksi. Sehingga tiap file yang terinfeksi memiliki varian yang berbeda dari virus.
* · Enkripsi dengan multi-key
metode yang lebih advande adalah penggunaan enkripsi sederhana untuk mengacak kode virus. Dalam kasus ini, virus memiliki module dekripsi dan salinan kode virus yang ter-enkrip. Jika virus di enkripsi dengan key yang berbeda untuk tiap salinannya, hanya bagian modul dekripsi yang sama, yang akan ditambahkan pada bagian akhir kode virus. Dengan langkah iin, antivirus tidak dapat dengan langsung mendeteksi virus melalui signature, tetapi masih dimungkinkan melakukan deteksi tidak langsung melalui modul dekripsi.
* · Kode polimorh
Penggunaan kode polimorfik adalah teknik pertama yang memiliki ancaman yang sangat serius terhadap pelacakan virus. Seperti virus yang ter-enkripsi biasa, virus polimorf aman menginfeksi file dan meng-enkrip salinannya, yang dapat di dekrip dengan menggunakan modul dekripsi. Akan tetapi, pada kasus virus polimorf, modul dekripsi juga dirubah setiap kali melakukan infeksi. Sebuah virus polimorfik yang ditulis dengan baik tidak akan memiliki bagian yang sama pada tiap salinan dan infeksi, membuatnya cukup sulit untuk dideteksi. Anti-virus dapat mendeteksi virus jenis ini dengan melakukan dekripsi menggunakan emulator, atau dengan analisa statistic pola dari bagian virus yang ter-enkripsi.
Untuk dapat menggunakan kode polimorfik, virus harus memiliki engine polimorfik (disebut juga engine mutasi) di dalam bagian kode-nya.
* · Kode metamorph
Untuk menghindari terdeteksi oleh emulator, beberapa virus ‘menulis ulang secara keseluruhan’ diri mereka sendiri. Teknik ini disebut metamorfik. Untuk dapat menggunakan teknik ini, metamorphic engine mutlak diperlukan. Virus metamorfik, pada umumnya sangat besar dan kompleks. Sebagai contoh, W32/Simile memiliki lebih dari 14000 bari kode assembly, yang 90% diantaranya adalah metamorphic engine.
Kelemahan sistem operasi terhadap virus
Sama hal-nya seperti perbedaan genetic pada masyarakat menurunkan potensi sebuah penyakit meng’japus’kan seluruh populasi manusia, perbedaan system aplikasi pada jaringan dapat membatasi penebaran dan infeksi virus.
Hal ini menjadi cukup bermasalah ketika pada tahun 1990an, ketika Microsoft mencapai dominansi pada pasaran dalam bidang system operasi desktop dan aplikasi office. Pengguna aplikasi Microsoft menjadi rentan terhadap penyebaran virus. Applikasi Microsoft dijadikan target pembuat virus karena dominasi pada desktop yang mereka miliki, dan sering kali dikritik karena adanya banyak kesalahan dah lubang keamanan yang dapat dieksploitasi pembuat virus. Aplikasi terintegrasi (seperti Microsoft office) dan aplikasi dengan kemampuan scripting dan akses ke file system (seperti Visual Basic Script (VBS), dan aplikasi dengan fitur jaringan) juga cukup rentan.
Meski windows, hingga saat ini adalah sistem operasi yang paling popular untuk pembuat virus, beberapa virus juga bias ditemui pada platform lain. Semua system operasi yag mengijinkan aplikasi third party (buatan vendor lain) secara teoritis dapat menjalankan virus. Beberapa system operasi lebih aman dibandingkan yang lain. System operasi yang berbasis UNIX (dan beberapa palikasi NTFS-aware pada platform windows NT) hanya mengijinkan user untuk menjalankan executable didalam are terproteksi dan direktori pribadi.
Pada tahun 2006, terdapat bebapa eksploitasi keamanan yang mengintai Mac OS X (dengan file system dan kernel yang ebrbasis UNIX). Jumlah virus yang beredar untul OS apple ang lebih tua, dikenal dengan Mac OS Classic, bervariasi dari sumber ke sumber, Apple menyatakan hanya ada 4 virus yang diketahui, dan sumber independen menyatakan bahwa ada sekurang-kurangnya 63 virus yang mengancam platform ini. Dapat dikatakan bahwa Mac lebih jarang dijadikan target karena kecilnya pasar, sehingga virus yang spesifik menyerang Mac hanya dapat menginfeksi komputer dalam jumlah kecil, menjadikan usaha pembuatan virus dan penyebaran menjadi sia-sia. Perbedaan kerentanan virus dari Mac OS X dan Windos menjadi salah satu keuntungan publikasi yang kni digunakan apple dalah klan ‘Get a Mac’. Tapi, Mac juga memiliki beberapa isu keamanan sama seperti hal-nya Windows, meski jarang ada yang menggunakannya untuk dieksploitasi. Tapi ungkin suatu saat nanti jika Mac menjadi lebih dominan, hal itu mungkin terjadi.
Windows dan Unix memiliki kemampuan scripting yang sama, tetapi Unix secara native tidak memperbolehkan user normal memiliki akses untuk mengubah environment system operasi. Pada tahun 1997, saat virus untuk Linux dilepas di internet, dikenal dengan nama ‘Bliss’, menumbulkan pemikiran baru bagi vendor antivirus untuk mengeluarkan peringatan bahwa system dengan basis atau UNIX-like dapat menjadi korban virus sama seperti windows.
Pencegahan
Untuk mencegah penyebaran atau nfeksi virus pada system, dapat dibagi menjadi 2 langkah penting, dari sisi aplikasi dan pengaturan system, dan dari sisi pengguna.
Dari sisi system, instalasi aplikasi virus merupakan hal yang cukup mulak dilakukan. Aplikasi inlah yang dapat menjadi lapis pertama benteng pertahanan system terhadap virus. Antivirus dapat melakukan pendeteksian kode-kode virus bedasarkan signature atau secara heuristic dan selalu berjalan di latar belakang, sehingga dapat mengawasi segala akses terhadap file dan system. tapi terkadang, penggunaan antovirus bias menjadi senjata makan tuan, jika user tidak selalu tertatur melakukan update virus signature dan/atau engine antivirus ke vendor antovirus yang bersangkutan. Update iniliah yang menjadi slaah satu point penting proses pendeteksian virus2 baru. di internet, virus2 baur muncul tiap waktu, bahkan bias mencapai belasan tiap harinya. Untuk memilih aplikasi antivirus yang baik, pilihlah aplikasi dari vendor yang sering melakukan update dan menyediakan update harian (bahkan ada yang menyediakan beberapa kali sehari). Pilih pula aplikasi yang memiliki kekampuan pendeteksian secara heuristic, mellaui pengenalan pola perilaku kode virus, sehingga dapat menangkal kemungkinan virus baru yang belum terdapat dalam database. Dan jika ada, pilih vendor yang memiliki perwakilan perusahaan di Negara yang bersangkutan, agar dukungan untuk menangkal virus yang beredar secara local juga terjamin.
Selain dari segi aplikasi, sisi pengguna juga memegang peran penting. Seperti telah ditulis sebelumnya, kadang user telah merasa aman karena memiliki antivirus, jutsru menjadi senjata yang berbalik pada diri sendiri. User selain harus rajin update antivrus, juga harus berhati-hati dalam menggunakan komputer, terutama pada saat pertukaran data atau terhubung dengan internet. Jika mendapat file dari sumber yang tidak dikenal atau tidak terpercaya, so be careful.
Use USB FD with MEMORY CARD EMULATOR
tidak hanya untuk game via HD saja, untuk yang via keping dvd juga lancar
any way, What is needed?
Absolutly first is HD project
here i use HD project 1.08 (http://www.mediafire.com/?zdyzwmmjmj5)
USB flashdisk (obviously)
cara buat booting HD project (bisa menggunakan free mc boot, bisa juga uLE cd or booting dev1 modchip kamu)
i'vw tested to ps2 v18 (scph -9000x), SCPH 90006 NTSC-J. modchip ga jelas yang sayangnya ga bisa boot ke dev1, so gw jalanin pake via uLE CD
setelah bisa boot hd project, masuk ke menu mc tool. lalu di mc emulator create new memory card kalo belum punya, disini set default saja, coz i've used real memory in slot 1, i use MC for slot 2, so set memory card menjadi “1″, ini maksudnya slot 2, kalo slot 1 tuh “0″
tentukan ukuran MC, berhubung ngetes, so kecil aja 8 MB
bisa untuk apapun besarnya yang diinginkan, 128MB , 1 GB bisa atau tidaknya yah tadi lupa ngetes, tapi pernah dapat download image MC 1 GB
tidak disarankan sih, karena makin gede ntar bikin image lama. nih 8 GB bentar, beberapa menit aja (2-3 kali, ga ngitung). setelah set ntar folder tujuan di destination file, langsung aja ke start creation.
selanjutnya lakukan setting emulator mc-nya sendiri, bisa lewat menu setting (untuk setting umum) atau di menu mc emulator yang tadi untuk spesifik game, gw sih atur di setting untuk VMC pathnya ke file tadi.
begitu udah. save setting
lalu masuk ke tools (jangan lupa dvd game dmasukan), lalu masuk MC emulator (pastikan juga sih apakah vmc path udah bener), lalu start untuk memulai memainkan game dengan emulasi MC.
setelah load coba simpan ke VMC, deteksi berhasil, dan game mau menyimpan. penyimpanan berjalan lumayan lancar, di akhir menjelang selesai lumayan lama, mungkin karena kendala hd project harus me rewrite seluruh file image,jadi lumayan lama lah, tapi tidak terlalu lama kok. kalau cache diperbesar juga bisa lebih cepet lagi
save file success.
lalu masuk lagi ke game, balik ke menu utama buat tes ngeload. masuk menu load file, pilih save game, load sukses dan berjalan dengan sangat cepat. lancar.
sediakan backup dari VMC kamu ke PC setiap selesai bermain. berjaga2 kalau nanti tidak stabil lalu image corrupt.
jangan kopi mengkopi file save antara MC dan VMC yang di mount di uLE, bisa iamge corrupt,kalau memang mau membuat VMC yang ada save game dari memcard kamu, di langkah awal jangan create new memcard, tapi dump memory card saja, buat nge dump memory card kamu jadi image. cuman yah ntar ukuran tidak bisa dirubah.
kalo ribet y load game dari memcard, save ulang di VMC
atau kopi seluruh file save game menggunakan uLE menjadi psu di fd, lalu di PC, edit image menggunakan mmc alpha.yang pasti image harus kompatible ama pcsx2
READ MORE
tidak hanya untuk game via HD saja, untuk yang via keping dvd juga lancar
any way, What is needed?
Absolutly first is HD project
here i use HD project 1.08 (http://www.mediafire.com/?zdyzwmmjmj5)
USB flashdisk (obviously)
cara buat booting HD project (bisa menggunakan free mc boot, bisa juga uLE cd or booting dev1 modchip kamu)
i'vw tested to ps2 v18 (scph -9000x), SCPH 90006 NTSC-J. modchip ga jelas yang sayangnya ga bisa boot ke dev1, so gw jalanin pake via uLE CD
setelah bisa boot hd project, masuk ke menu mc tool. lalu di mc emulator create new memory card kalo belum punya, disini set default saja, coz i've used real memory in slot 1, i use MC for slot 2, so set memory card menjadi “1″, ini maksudnya slot 2, kalo slot 1 tuh “0″
tentukan ukuran MC, berhubung ngetes, so kecil aja 8 MB
bisa untuk apapun besarnya yang diinginkan, 128MB , 1 GB bisa atau tidaknya yah tadi lupa ngetes, tapi pernah dapat download image MC 1 GB
tidak disarankan sih, karena makin gede ntar bikin image lama. nih 8 GB bentar, beberapa menit aja (2-3 kali, ga ngitung). setelah set ntar folder tujuan di destination file, langsung aja ke start creation.
selanjutnya lakukan setting emulator mc-nya sendiri, bisa lewat menu setting (untuk setting umum) atau di menu mc emulator yang tadi untuk spesifik game, gw sih atur di setting untuk VMC pathnya ke file tadi.
begitu udah. save setting
lalu masuk ke tools (jangan lupa dvd game dmasukan), lalu masuk MC emulator (pastikan juga sih apakah vmc path udah bener), lalu start untuk memulai memainkan game dengan emulasi MC.
setelah load coba simpan ke VMC, deteksi berhasil, dan game mau menyimpan. penyimpanan berjalan lumayan lancar, di akhir menjelang selesai lumayan lama, mungkin karena kendala hd project harus me rewrite seluruh file image,jadi lumayan lama lah, tapi tidak terlalu lama kok. kalau cache diperbesar juga bisa lebih cepet lagi
save file success.
lalu masuk lagi ke game, balik ke menu utama buat tes ngeload. masuk menu load file, pilih save game, load sukses dan berjalan dengan sangat cepat. lancar.
sediakan backup dari VMC kamu ke PC setiap selesai bermain. berjaga2 kalau nanti tidak stabil lalu image corrupt.
jangan kopi mengkopi file save antara MC dan VMC yang di mount di uLE, bisa iamge corrupt,kalau memang mau membuat VMC yang ada save game dari memcard kamu, di langkah awal jangan create new memcard, tapi dump memory card saja, buat nge dump memory card kamu jadi image. cuman yah ntar ukuran tidak bisa dirubah.
kalo ribet y load game dari memcard, save ulang di VMC
atau kopi seluruh file save game menggunakan uLE menjadi psu di fd, lalu di PC, edit image menggunakan mmc alpha.yang pasti image harus kompatible ama pcsx2